Sejumlah analis memperkirakan, Ketua The Fed akan memanfaatkan event Jackson Hole Summit untuk menyampaikan pidato tentang kenaikan suku bunga secepat-cepatnya pada bulan September mendatang. Judul pidato Yellen dalam event tersebut pun sudah cukup mencuri perhatian: "The Federal Reserve’s Monetary Policy Toolkit."
Menurut Robert Tipp, Kepala Obligasi Global dan Forex di Prudential Fixed Income, yang diwawancarai oleh CNBC mengatakan, saat ini pasar memasang perkiraan 50:50 atas kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini.
Apabila Yellen dan rekan-rekannya tak ingin mengejutkan pasar seperti yang pernah terjadi pada bulan September tahun 2015 lalu (saat itu The Fed ternyata batal menaikkan suku bunga), maka menurut Tipp, mereka seharusnya menginjeksikan harapan akan kenaikan suku bunga.
Dengan minimnya pergerakan pasar pekan ini di tengah sepinya perdagangan, pasar pun akan mengacu pada pidato Yellen yang akan disimpulkan pada hari kedua rapat yakni Jumat 26 Agustus. Topik umum untuk simposium ini adalah "Designing Resilient Monetary Policy Frameworks for the Future. "
Sembari menunggu Yellen, Wakil Ketua The Fed, Stanley Fischer, juga telah memberikan pandangannya yang bersentimen Hawkish. Fischer bergabung dengan dua anggota FOMC lainnya yang mendukung kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, karena menurut mereka, ekonomi Amerika saat ini sudah berada pada jalur yang diharapkan.
Pandangan Analis Dari 3 Lembaga Ini Condong Pada Kenaikan Di Desember
Dari situ, Tipp memperkirakan bahwa Yellen akan memberikan nada yang "dovish hike" terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga bulan September. Namun, menurut Tipp pribadi, The Fed tak akan benar-benar menaikkan suku bunga pada bulan September.
Sedikit berbeda dengan pengamatan Drew Matus, Ekonom Senior dari UBS yang diwawancarai oleh MarketWatch , yang mana meskipun kemungkinannya kecil, Federal Reserve masih bisa menggunakan kuatnya data ketenagakerjaan dalam dua bulan terakhir ini sebagai dasar untuk menaikkan suku bunga pada bulan September.
Meski demikian, singkatnya, Matus lebih memproyeksikan bahwa bank sentral tidak akan memberikan sinyal apapun sebelum rapat FOMC September dan baru akan kick-off pada bulan Desember 2016.
Sedangkan analis Barclays , Michael Gapen, justru lebih optimis ketimbang dua analis lainnya akan kenaikan pada bulan September, dengan mengatakan, "Jika laporan ketenagakerjaan (Non Farm Payroll ) AS pada bulan Agustus, yang dijadwalkan akan rilis pada tanggal 2 September, terbukti solid, maka bisa jadi, The Fed akan menaikkan suku bunganya pada FOMC bulan September."
Pada pertemuan Jackson Hole besok lusa, Gapen memperkirakan Yellen akan memberikan sinyal yang lebih kuat tentang kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Gerak Dolar Jelang Pidato Yellen
Dolar AS sempat menguat di pada hari Minggu lalu dan di awal sesi perdagangan hari Senin pagi kemarin, tersokong oleh komentar Stanley Fischer. Namun, pada Senin sore, indeks Dolar tercatat hanya naik 0.1 persen saja.
"Tinggal tersisa empat bulan lagi tahun ini, jadi suatu komentar yang hawkish dari Ketua The Fed, akan mengakibatkan buying dollar namun tak begitu banyak," kata Yasuhiro Kaizaki, Wakil Presiden untuk pasar global Sumitomo Mitsui Trust Bank yang dikutip oleh Bloomberg.
Satu-satunya kiblat yang dituju untuk Dolar AS pekan ini memang hanya pernyataan Yellen di Jackson Hole. Menurut Jane Foley , Ahli Strategi dari Rabobank London, besarnya skeptisme pasar akan kemampuan The Fed untuk menaikkan suku bunga, membuat pasar berharap besar untuk mendapatkan petunjuk dari Jackson Hole Summit pekan ini.