Hati-hati,
uang anda bisa menguap begitu saja jika Anda tidak memperhatikan manajamen
resiko dalam trading. Ingatlah bahwa trading forex tergolong sebagai investasi
yang sifatnya “high risk”. Artinya trading forex memiliki resiko tinggi. Salah
satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.
Faktor resiko yang harus Anda
ketahui sebelum memulai trading forex:
- Memiliki kemungkinan kehilangan dana dengan cepat.
- Arus dana sangat cepat (very liquid)
- Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda pasti untung 100%. Ada banyak metode trading yang bagus namun tidak ada satu pun yang dapat menjamin untung 100%.
- Trading Forex bukanlah sebuah “quick rich scheme” yang dapat membuat Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya. Termasuk mereka yang sukses melalui trading forex.
Diperlukan kerja keras untuk
mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga kita dapat memprediksi arah
pergerakan harga dengan akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika
hasil trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Tanyakanlah pada
trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah mengalami jatuh
bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah “ya”.
Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus
menerus meperbaiki dirinya.
Beberapa Manajemen Resiko Yang Bisa
Diterapkan:
Cutloss
Merupakan suatu tindakan di mana
kita melakukan likuidasi posisi dalam keadaan rugi. Hal ini dilakukan untuk
menghindari kerugian yang lebih besar. Umumnya cut loss ini dilakukan pada
kisaran kerugian 30 poin sampai 50 poin
Contoh:
Open buy GBP/USD 1,6150, 1 lot.
Ternyata harga bergerak turun.Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, pada
saat harga GBP/USD mencapai GPB/USD 1,6100 kita langsung likuidasi posisi
tersebut (close sell) dengan kerugian 50 poin (GBP/USD 1,6150 - GPB/USD 1,6100)
Switching
Adalah tindakan dimana kita
melakukan likuidasi terhadap posisi pertama, kemudian masuk kembali dengan
posisi yang berlawanan dari posisi pertama tadi.
Locking
Manajemen resiko ini sering
dilakukan pada saat kita dalam keadaan floating profit/loss. Untuk mengurangi
kerugian yang lebih besar atau mempertahankan keuntungan, kita kunci kerugian
atau keuntungan tersebut dengan posisi yang berlawanan dengan posisi pertama.
Sistem ini sering juga disebut dengan hedging position.
Averaging
Suatu tindakan mengulangi posisi
yang sama pada saat kita dalam keadaan floating loss, dimana posisi pertama
dibiarkan terbuka
Contoh :
Open buy GBP/USD 1,6150 1 lot, pada
saat harga turun kita open position lagi dengan open buy di harga GBP/USD
1,6100. Waktu harga naik menjadi GBP/USD1,6200 kita dapat melikuidasi kedua
posisi tersebut. Dengan demikian, modal rata-rata kita adalah GBP/ USD 1,6125
(GBP/USD 1.6150 + GBP/USD 1,6100 dibagi 2). Sedang closing price yang kita dapat
adalah GPB/USD 1,6200, sehingga,total keuntungan adalah 75 poin (GBP/USD 1,6200
- GPB/USD 1,6125).